Desain, Desainer dan Menghargai Desain [ re-up ]

dd

Hello all…happy sunday, mudah-mudahan hari senin ini bisa menjadi inspirasi baru buat kalian semua…;). Membahas dan memahami tentang bagaimana tentang desain, desainer dan menghargai sebuah desain mungkin sangat penting bagi kita dan semua masyarakat. Salah satu tujuan dibentuknya Motion byDesign yaitu untuk memberikan informasi dan memberi pelajaran tentang pemahaman desain dan menghargai sebuah desain bagi masyrakat luas. Karena bangsa yang hebat yaitu bangsa yang menghargai arti sebuah “desain”. Untuk lebih jelasnya mari kita simak tulisan berikut…, enjoy…

____
Dunia desain grafis merupakan dunia yang dinamis mengikuti ruang dan waktu. Desain sendiri sangatlah berpengaruh dan dipengaruhi oleh perubahan-perubahan tersebut, dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari kita sudah berinteraksi dengan dunia desain. Sejak kita ada dibumi ini, lahir, bermain dan tumbuh menjadi dewasa hingga sekarang, coba kalau kita kilas balik memori kita dimana ketika dimasa kecil kita, mungkin yang teringat kebanyakan secara visual, misalnya cover buku tulis kita waktu duduk di sekolah dasar, merk sepatu kita waktu main bola dengan teman, desain bungkus jajanan yg dulu sering kita beli, film kartun yg sering kita tonton di TV waktu hari minggu, logo yg ada di sabun mandi yang kita pakai saat kita mandi dulu dan banyak lagi lainnya. Suatu saat ketika kita menemukan bentuk visual tersebut sekarang dan kita akan secara tak langsung membuka memori-memori tersebut dan seakan-akan membawanya ke masa lampau dimana kita melihat dan merasaknnya dulu. ya begitu kuatnya dunia desain yang bisa membawa pikiran kita jauh tanpa batas.

Itu satu contoh dimana kekuatan desain berpengaruh terhadap kehidupan kita. Di masa sekarang ini dunia desain sudah mengalami transformasi mengikuti kemajuan teknologi, informasi, gaya hidup, budaya, pandangan dan cara berpikir sesorang. Dari segi media penerapan sampai teknik produksinyapun ikut berkembang, namun perlu kita ingat dalam desain hendaknya haruslah dipertahan esensi sebenarnya dalam mendesain, bagaimana konsep, ide dan gagasan bisa tepat dan bisa memperngaruhi terhadap masyarakat dan kehidupan.

Melihat fenomena dunia desain yang begitu cepat dan dinamis, sebagai desainerpun kita juga harus bisa mengikuti perkembangan tersebut, jangan hanya puas dengan apa yang dimiliki sekarang, terus menggali konsep visual baru, gaya baru dan metode baru dalam mengembangkan desain. Ketika hal tersebut bisa kita lakukan dengan penuh kreatifitas dan inovasi secara berkelanjutan maka tanpa disadari hal tersebut akan menjadi sebuah trendsetter, ya desain merupakan awal mula dimana berkembangnya sebuah trendsetter di tengah-tengah masyarakat. Dan berpikirlah sebagai desainer, kita mendesain bukan semata-mata hanya keperluan atau kepentingan tertentu, tapi milikilah tujuan dimana dengan desain kita bisa mempengaruhi dan merubah dunia menjadi hidup yang lebih baik, yang teratur dan seimbang. Pernahkah kalian berpikir bagaimana dunia ini jadinya tanpa Desain…? dan coba kalian pikirkan konsep “kehidupan tidak bisa lepas dari Desain”.

d1

pernahkah kalian berpikir betapa kita sangat bergantung pada desain dalam menjalani kehidupan…?
dan pernahkah kalian berpikir apabila di tengah kota, di dalam produk, di pantai, di terminal, pelabuhan, bandara, di kantor, sekolah bahkan dinegara ini tak ada desain…? mungkin gambar Garuda yg sekarang mulai di teriak2an tak akan pernah ada… Dan mungkin apa yng kita lihat sehari-hari di jalanan atau dimana saja ditempat umum banyak terjadi kondisi yang tidak teratur, dan itulah contoh kecil ketika manusia tidak menghargai akan keberadaan sebuah desain.

ya desain berkembang sejalan sesuai kebutuhan manusia dalam kehidupannya… Kita mungkin memang tidak mau dikatakan patuh atau tunduk terhadap sebuah desain, tapi pada kenyatannya bukankah demikian…? sebagian orang merasa tidak pantas kalau gadget yang digunakan tidak berlogo buah apel (apple), mereka tidak mau menggunakan merk tas kecuali ada logo GUCCI, pria itu akan kurang percaya diri ketika sepatunya tak berlogo NIKE, dan banyak lagi contoh lainnya disekitar kita. Itu salah satu contoh kecil bahwa kita tanpa disadari sudah dipengaruhi oleh sebuah desain. Tapi disisi lain dari sang desainer tentunya punya pemikiran yang sangat jauh dari itu, apa yang kalian lihat hanya sebuah desain dalam bentuk fisik yaitu sebuah gambar, sign, icon, logo, symbol, dll, tapi kenapa ketika dalam sehari-hari kita sudah terpengaruhi dan beberapa harus patuh terhadap semua itu…?

d2

perlu dipahami, Desain bukan sekedar bentuk visual yang terlihat. meninjau lebih dalam lagi desain merupakan solusi dari permasalahan kehidupan, Desain memenuhi kebutuhan sesuai budaya, desain adalah tolak ukur sebuah perubahan dalam suatu kelompok kehidupan. Dan orang yang menghargai akan keberadaan sebuah desain merupakan orang yang memiliki rasa ingin maju dan bangsa yang menghargai keberadaan desain bangsa tersebut akan maju. Kalian mungkin pernah tau salah satu kisah dibalik suksesnya Apple… ya! Desain. Bagaimana apple berhasil menggunakan desain sebagai alat perubahan dalam produknya, steve jobs sadar sebuah komputer harus memiliki display desain, interface design, dan secara ergonomis yang user friendly, hal tersebut terus dikembangkan dan akhirnya berhasil sampai sekarang. Kita lihat apple sekarang, dari interface, pemilihan font, bentuk, warna, display, dll semuanya tak lepas dari proses desain yang panjang tentunya. Apple berhasil mengikuti kebiasaan orang, mudah digunakan, dan sangat efisien. itu salah satu contoh keberhasilan orang yang menghargai sebuah desain dan mampu merubah manusia, merubah budaya manusia, merubah gaya hidup manusia dan merubah kehidupan manusia. Dan masih banyak lagi contoh-contohnya bagaimana pengaruh sebuah desain terhadap kehidupan manusia, dan penghargaan sebuah desain merupakan salah satu tolak ukur terhadap kualitas sebuah orang atau bangsa/ (the power of design).

“Desain yang baik adalah sebuah alat perubahan. Desainer yang baik adalah yang mampu menciptakannya” // Ayip
Setelah kita bahas sekilas bagaimana desain dan kekuatannya di atas, sebagai desainer kita memang dituntut untuk memiliki tujuan dan mampu memberikan perubahan dan memberikan solusi dalam masalah yang sering kita temukan dikehidupan sehari-hari. Ada banyak jalan yang bisa dilakukan sebagai desainer untuk mencapai hal tersebut dari yang menjadikan dirinya sebagai creative/art director, designer, freelance, teacher, teacher + freelance, owner + director, designer + director, designer + manager, consultant dan lain-lain. Selain hal tersebut yang harus dimiliki oleh desainer yaitu wawasan, termasuk daya persepsi, keterbukaan dalam berpikir, penalaran termasuk daya apresiasi, kemampuan analisis, kemampuan berpikir logis. estetik, Termasuk daya apresiasi, daya ekspresi serta kemampuan berpikir kreatif dan Attitude (sikap) yang termasuk mentalitas, kemampuan berpikir integral dan berkenaan dengan ketiga-tiganya seperti yang tersebut diatas. Itu merupakan hal secara personal yang harus dikuasai desainer namun selain hal tersebut desainer juga harus bisa atau paling tidak mengerti tentang prinsip dasar tentang desain, secara teori, komunikasi visual dan semiotika. Hal Teknis juga yang terpenting untuk desainer ketahui karna hal tersebut menyangkut tentang eksekusi dari sebuah desain.

Ya sangat banyak dan kompleks ternyata untuk menjadi seorang desainer, namun sebenarnya siapa saja boleh menjadi seorang desainer, entah itu melalui proses pendidikan atau secara otodidak. yang terpenting adalah bagaiamana untuk mejadi desainer yang memiliki tujuan untuk hidup yang lebih baik dan bisa mempengaruhi kehidupan itu sendiri. Menjadi desainer tidak harus bekerja disebuah perusahaan besar dengan status karyawan tetap dengan jaminan pensiunan. Seorang desainer senior Kafi Kurnia pernah memberikan pemikiran tentang karir seorang desainer, beliau mengatakan, desainer yang memilih karirnya untuk bekerja di perusahaan sebagai karyawan demikian itu bukan desainer namanya tapi tak sama halnya dengan seorang pegawai yang siap diperintah oleh atasannya dan terus mengharapkan kenaikan gaji yang tidak bisa dengan leluasa memberi bagi kehidupan. Beliau menambahkan seorang desainer dalam karirnya ada dua, yaitu akan menjadi seorang yang kaya, sangat berpengaruh dan mempengaruhi kehidupannya dan desainer juga bisa akan menjadi seorang yang biasa-biasa saja ketika desainer tidak mau dan mencoba untuk berkreativitas, berinovasi dan mencoba hal baru. Pemikiran beliau saya rasa ada benarnya karna dunia desain merupakan dunia yang abstrak, dunia persepsi, tidak ada patokan bagus dan jelek, tidak ada patokan harga desain itu mahal atau murah.

d3

Saya bisa simpulkan bahwa ketika sebuah desain itu tak bisa di perkirakan harganya maka berikanlah harga tertinggi pada sebuah desain. Itu salah satu bagaimana kita sebagai desainer harus bisa memberi penghargaan tinggi terhadap hasil karya kita. Walaupun desain dalam sebuah bisnis tetap kita harus menjaga standarisasi sebuah karya. Bagai para desainer segeralah anda keluar dari persaingan harga yang menawarkan harga desain murah. Karna jika kita terus melakukan hal tersebut tanpa disadari kita sendiri akan “terjebak” dalam lingkaran itu, cobalah untuk merubah pola pikir dan mindset bahwa jualah desainmu dengan harga tinggi kalau tidak ada yang mau beli, beri mereka gratis, jangan murah. Gratis dalam hal ini merupakan sebuah percobaan bagi klien, sama halnya seorang penjual buah, mereka selalu memberi gratis untuk mencicipi buahnya ketika buah itu manis maka dengan harga berapapun akan dibeli oleh konsumen. Gratis bukan merendahkan justru murah yang merendahkan, berilah pilihan YES or NO. Dan tetap ingat jangan pernah memberiikan harga murah.

Gambaran lain mungkin bisa saya gambarkan yaitu apakah kita pernah sadar ketika kita memutuskan untuk menjadi seorang desainer, mungkin banyak orang tua yang menentang hal tersebut, atau mungkin banyak dari mereka yg menginginkan anaknya menjadi seorang pegawai negeri, bankir, karyawan swasta atau karyawan BUMN. BE a Desainer BE a Different, dan itu harus kita bayar mahal dengan keputusan tersebut, trus kita memutuskan untuk menempuh diperguruan tinggi seni rupa dan desain, biaya sekolah desainpun rata-rata mahal, belum lagi fasilitas seperti komputer yang Hi-spec, dan teknologi lainnya sebagai pendukung, lalu buku-buku referensi tentang desain yang memang rata-rata merupakan buku import dan itupun harganya tidak murah. Sampai pada akhirnya kalian mulai terjun didunia kerja dan menjadi seorang desainer.
Think turn back… apakah kalian masih mau menjual desain dengan harga murah…? Desain bukan sekedar nirmana, komposisi object dicampur warna, sedikit effect dengan software komputer canggih, dan jadi. didalamnya harus terdapat sebuah konsep, sense of art, ide, gagasan, tujuan desain, dan manfaat bagi kehidupan sosial dan budaya.

Ketika saya mendengar cerita pengalaman beberapa desainer yang pernah dilakukan “semena-mena” oleh klien. Mungkin dianggapnya desainer adalah seorang operator software desain atau tukang gambar, betapa mirisnya seorang desainer dengan cerita-cerita yang seperti itu, tapi memang itu merupakan proses pengalaman. Sebagai desainer kita harus memiliki kode etik yang dimana klien tidak bisa masuk dan ikut campur dalam hal tersebut, itu merupakan prinsip privasi profesi sebagai seorang desainer. Apa jadinya ketika seorang klien yang mungkin seorang marketing ikut campur tentang komposisi, grid dan layout dalam sebuah desain kita…? ya mungkin jadinya seperti apa yg kita lihat sekarang ini dalam kehidupan sehari-hari iklan-iklan dijalanan maupun tayangan TV yang “biasa” bahkan ada beberapa yang “aneh”.


Apakah itu dampak seorang desainer belum mampu untuk membatasi dirinya sebagai desainer dengan klien…? perlu diingat klien merupakan rekan kerja yang kedudukannya sejajar dengan desainer, kita sebagai desainer membantu klien untuk memecahkan permasalahan dalam mengkomunikasikan secara visual tapi kita bukan pembantu yang bisa diperlakukan seenaknya. Dan setiap orang desainer hendaknya harus memiliki sikap seperti itu… ya berat memang untuk melakukan hal tersebut, tapi kalau tidak dimulai dari diri kita lalu kapan profesi desainer akan bisa dihargai, dan menjadi profesi yang sangat menjanjikan dalam kehidupan. Jadikanlah klien sebagai sahabat, berilah klien pengertian tentang desain terlebih dahulu sebelum bekerja dengannya, sebagai desainer kita juga wajib memberi pengetahuan tentang desain, apa itu desain, dengan begitu tanpa disadari kita juga turut memberi himbauan kepada klien tentang bagaimana menghargai sebuah desain. Dan mulailah berkarya dengan aturan kita sebagai desainer. Dan jangan pernah takut untuk menentukan sikap terhadap klien yang bisa merusak profesi seorang desainer.

Setelah apa yang dijelaskan diatas tentang kekuatan sebuah desain, menjadi desainer yang baik, dan menghargai sebuah desain. Kita harus bangga telah memilih jalan desain sebagai pilihan dalam hidup, desainer bisa melakukan apa saja yang ia mau untuk memberi pengaruh dalam perubahan kehidupan. Karena desain merupakan salah satu tolak ukur perubahan kehidupan, sosial dan budaya dalam suatu kelompok atau organisani besar. Dan jangan pernah takut untuk berinovasi dan berkreatifitas, salah seorang dosen desain senior pernah berkata, “kalian harus bersyukur menjadi seorang desainer karena tidak ada seorang desainer yang mengganggur”.

teruslah berkarya .. semoga tulisan ini menginspirasi & keep moving on…

___
ditulis dalam keadaan sadar dan berusaha mengungkapkannya dengan sebenarnya, jujur dan apa adanya.
sedikit kutipan gagasan dari http://dgi-indonesia.com/

About author
Panji Krishna is a motion graphic designer from Bali, Indonesia. Graduated from NewMedia Academy of Arts & Design, concentrations in graphicDesign and Multimedia. His work most in motionGraphic, visualBackground, branding and typography. Now he live at Jakarta as Graphic & motionDesigner. He started motion byDesign with his friends to share his passion in motion art and make a big influence of motion graphic in Indonesia. He also co-founder at furyco, design and motion studio.
33 total comments on this postSubmit yours
  1. engga2…. ga ada yg ga setuju

  2. gw suka,.artiel2 MBD,.,mantab2..:D

  3. onez silahkan di share di MOGI …. untuk teman2 desainer lainnya…;)

  4. MANTAB.. harga murah yang menjatuhkan harga diri seorang desainer

  5. absolutely and dramatically mesmerizing brother……sangat berarti, disaat masyarakat kita sangat " bodoh" dalam memaknai dan menghargai sebuah karya desainVIVA DESIGNER….!!!

  6. absolutely and dramatically mesmerizing brother……sangat berarti, disaat masyarakat kita sangat " bodoh" dalam memaknai dan menghargai sebuah karya desainVIVA DESIGNER.

  7. pge" udh ksih inspirasi yg bnr2 MANNTAP…h

  8. huaaaaaaafttttttt masih ngantuk di kasih bacaaan yg berguna makaseeeeeeeeeeeeeeehhhh, ngopi du

  9. engga2…. ga ada yg ga

  10. gw suka,.artiel2 MBD,.,manta

  11. onez silahkan di share di MOGI …. untuk teman2 desainer lainny

  12. ea bener ternyta brand jga bisa meningkatkan

  13. MANTAB.. harga murah yang menjatuhkan harga diri seorang de

  14. wkakkaak….,le​t's go MBD magz #3… share isi hati lebih tepatnya… keep it moving all dude…;D

  15. baru baca gw berat om berat hahaha salut buat om panji ….. kebanyakan nulis di mbd mag jadi ngelatih tata bahasa nulis juga ni + share opini and pengalaman ….. good point bro :)

  16. design grafis bukan segelas teh manis butuh proses dan tidak gratis :P ……..

  17. didalamnya harus terdapat sebuah konsep, sense of art, ide, gagasan, tujuan desain, dan manfaat bagi kehidupan sosial dan budaya… tinggiii gannnn!!!

  18. wkakkaak….,let's go MBD magz #3… share isi hati lebih tepatnya… keep it moving all dude…;D

  19. Tulisan yang sangat bermanfaat, dan mesti dibaca semua orang terutama di Indonesia agar lebih menghargai nilai sebuah desain apapun bentuknya

  20. Maaf sebelumnya,

    untuk sesuatu yg “must read” dan kebetulan berbicara soal desain,
    jujur tulisan anda ini tidak terdesain untuk dibaca, font nya terlalu kecil, terlalu banyak tulisan, terlalu padat juga tulisannya. (ya.. yaa.. saya sudah tua, mungkin terlalu rabun juga)

    terlepas dr isinya yg mungkin memang bagus, sayang sekali kalau akhirnya artikel ini tidak terbaca.

    mungkin lain kali artikelnya dibuat dalam bentuk poin-poin yg lebih jelas?

    maaf kalau komentar ini menyinggung anda.

  21. Good point.
    Namun sulit bila posisinya di pemerintahan, yg notabene mereka tidak mau mengerti proses dan belum bisa menghargai karya desainer secara materiil dan non materiil. Mungkin sebetulnya lebih butuh operator setting grafis,bukan desainer wew hehehe.

  22. Gue setuju sama tulisan lo Men, tapi jangan lupa banyak praktisi iklan khususnya di Indonesia menyampingkan teori design sendiri yang dampaknya buat anak2 muda yg baru terjun ke dunia yang namanya iklan bakal bunuh diri…thank’s my beloved client

  23. baru baca gw berat om berat hahaha salut buat om panji ….. kebanyakan nulis di mbd mag jadi ngelatih tata bahasa nulis juga ni + share opini and pengalaman ….. good point

  24. Menarik sekali tulisannya. Seringkali kali saya berubah pikiran membeli barang ‘hanya’ karena desain kemasannya yang kurang menarik.

  25. design grafis bukan segelas teh manis butuh proses dan tidak gratis :P ..

  26. didalamnya harus terdapat sebuah konsep, sense of art, ide, gagasan, tujuan desain, dan manfaat bagi kehidupan sosial dan budaya… tinggiii gan

  27. wkakkaak….,let's go MBD magz #3… share isi hati lebih tepatnya… keep it moving all dud

  28. Great article, and topic. Setiap desainer di Indonesia juga harus dapat menuangkan idenya secara jelas seperti mas Panji ini, tidak hanya jago-jagoan skill tetapi juga berkenan untuk membagi pemikiran dan ilmunya kepada semua orang, agar ilmu dan peran desain dapat lebih dimengerti oleh orang awam.

    Looking forward your next article!
    Cheers!
    http://www.grafikide.com

  29. Well the point still good inspiring.
    Namun jika pembahasan di artikel nya di plot atau per poin sepertinya lebih asyik.

    Salam.

  30. profesi yang penuh resiko ya.
    soalnya banyak sekali orang2 yang hanya ‘bisa’ sedikit perangkat lunak, lantas memproklamir dirinya seorang desainer grafis. sehingga mindset sebagian orang awam juga akan terpengaruh.
    “toh desain itu tinggal buka photoshop lalu utak atik toolnya! as simple as that!”

    menurut saya, mungkin hal ini juga salah satu faktor yang menyebabkan profesi ini dipandang sebelah mata.
    oleh karena itu, ada baiknya kita melihat ke diri kita sendiri juga, sudah pantaskah kita disebut seorang desainer grafis?

  31. @all: thank atas masukannya dan tanggapannya… ya memang mungkin seperti itu “fenomena” desain di Indonesia..mudah2an menginspirasi dan menambah wawasan…. keep visit us ….;D

  32. Wihhh Galau mas Panji..?
    Selamat ya atas tulisannya yang menggugah.
    Tapi ya itu bedanya Desainer sama Seniman bukan? Desainer dibayar untuk menghasilkan karya (desain). Seniman dibayar untuk dimiliki karyanya. There is a big difference in there bro. Karya seniman dibeli karena sebagai bentuk apresiasi kolektor. Karya desainer dibuat untuk mencapai target tertentu (dalam hal ini mungkin kaitannya dengan marketing atau sales). Kecuali personal project ya. Profesi ini sekilas memang terlihat mirip, malah kadang desainer sering kali memposisikan dirinya sebagai seniman.

    Seniman wajar dengan Egonya yg besar dia menghasilkan karya yang “dia” bgt. Desainer tidak bisa selalu seperti itu. Dia harus memikirkan dampak apa yang bisa di berikan, tepat sasaran atau tidak/target market, sesuai dengan brand client atau tidak, dll. Gw yakin di Indonesia banyak client2 yang pinter, yang gak sekedar menggangap Desainer seorang operator komputer dan mereka orang2 yang berani menghargai mahal untuk sekedar konsep sebuah desain. Beda halnya dengan Designer+seniman, client kok yang nantinya menyesuaikan produknya dengan ciri khas dari karyanya dia.

    Sangat setuju dengan kita harus mendidik desain kepada para client, tapi ingat jangan memposisikan kita di atas mereka. Kita sebagai desainer masih butuh mereka bukan? Dan hapuslah anggapan kalau client2 itu gak ngerti dengan desain, sebagian besar ngerti kok. Dan yang ngerti itu yang berani menghargai lebih desain kita. Dengan catatan desain kita juga harus super duper keren kalo mau dapet client yg seperti ini. Ya mungkin kita harus terus berkarya, kembangkan diri kita, hargai karya kita sebaik baiknya. Mudah2an ikan yang lebih besar jatuh ke tangkapan kita.. Cheers..

    Gud lak MBD! Keep on moving.

  33. Mantab

1 pingback on this post
Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Motion ByDesign 「 blogging The World Of Motion 」 © 2012 All Rights Reserved