
Dari MBD Magazine #2 kali ini kita berbincang bincang dengan Yolanda Santosa, art director asal Indonesia ini yang bermukim di amerika pernah menjadi art director di Yu+co sebelum akhirnya mendirikan studionya sendiri ferro-concrete www.ferro-concrete.com
Q1 : Hi, Yo bisa diceritakan background studi anda ?
Saya lulus dari Art Center College of Design, Pasadena pada tahun 2000. Dengan gelar Bachelor of Fine Arts dan majoring Graphic Design
Q2 : Bisa diceritakan bagaimana anda memulai sehingga bisa menjadi art director di industri motion graphic amerika ?
Seperti yang lainnya, saya memulai sebagai junior designer. Saya bekerja di perusahaan bernama yU+co di Hollywood. Setelah beberapa tahun saya naik posisi menjadi Art Director. Saya menyadari bahwa saya lebih baik dalam hal membuat konsep dan storyboard dibandingkan dengan
melakukan animasi.
Q3 :Bisa diceritakan pada kita, apa karya motion graphic pertama anda dan sesukses apa karya itu bagi anda ?
Seingat saya karya komersil untuk Avis, saya harus mendesign dan menganimasi graphic dan logo.
Menurut saya karya itu cukup sukses dalam hal mengkomunikasikan siapa Avis itu. Tapi, itu bukan hal yang terlalu exciting bagi saya.
Q4 :Siapa or apakah yang paling mempengaruhi dan menginspirasi anda, kenapa ?
Steve jobs. Dia membuat saya mencintai brands. Tadao Ando, membuat saya mencintai concrete/beton dan Kenya Hara yang membuat saya mencintai negative spaces.
Q5 : Bisa anda ceritakan bagaimana mengimbangi antara personal dan commercial project ?
Personal project selalu menjadi prioritas kedua dibandingkan dengan commercial project. Karena saat ini kita merupakan perusahaan kecil dan sedang berkembang . Kita tidak mampu untuk saat ini mengerjakan non paying projects. Tidak semua mempunyai kemampuan untuk mengambil cuti selama setahun seperti Sagmeister. Hehe.

Q6 : Kebanyakan dari kita di Indonesia mengenal anda melalui salah satu project anda yaitut “300″ movie title sequence. Bisa diceritakan mengenai project tersebut dan apakah anda meraih atau mencapai apa yang anda targetkan ?
Sutradara dari film 300 Zack Snyder menginginkan untuk mengakhiri film tersebut dengan tensi dengan menampilkan Pertempuran utama di Thermopylae. Kita di yU+co merasa bahwa kita telah meraih apa yang kita inginkan.Kita tahu bahwa look dari pertempuran tersebut harus dramatik secara visual, karena kita tidak bisa menyaingi high end visual effects dari film itu yang butuh berbulan bulan untuk membuatnya maka kita memutuskan untuk melakukan tribute ke Graphic Novelnya Frank Miller. Kita juga menginginkan menggunakan darah sebagai motif, yang kemudian menjadi driving force untuk sequence tersebut.

Q7 : Bisa diceritakan apa yang mempengaruhi anda dan apakah berasal dari indonesia mempengaruhi kreatif proses anda ?
Saya meninggalkan indonesia ketika berumur 10 tahun. Kemudian tinggal di singapore selama 6 tahun. Ohio, USA selama 2 tahun. dan Los Angeles selama 10+ tahun. (jangan mencoba untuk menghitung umur saya, haha). Saya merasa Inspirasi dan pengaruh datang dari tinggal di berbagai tempat yang berbeda dan mengalami pengalaman di berbagai kultur.
Q8 : Bagaimana anda memutuskan pendekatan anda pada setiap project dalam hal konsep , team dan visual style ?
Kita membuat keputusan berdasarkan tujuan dari project. Kita membiarkan cerita mendikte konsep tersebut. Dan minat kita akan mendikte team. Serta brand personality mendikte visual style.

Q9: Bagaimana ferroconcrete terbentuk ?
Pada tahun 2006, teman baik saya menceritakan tentang Pinkberry, dan mereka mencari agency untuk mengembangkan brand mereka. Saya mencoba produknya dan sangat menyukainya serta percaya dengan konsep mereka. Kemudian saya mengambil cuti selama seminggu untuk menyiapkan brand presentation. Kemudian pada hari sabtunya saya melakukan presentasi di depan Pinkberry founders dan mendapatkan project itu langsung. Kemudian seninnya saya berhenti dari pekerjaan saya dan mendirikan Monday Ferroconcrete.
Q10 : Bisa dijelaskan ethos anda dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi ferroconcrete creative output ?
Saya percaya brand dapat menghibur kita dan membuat kita jatuh cinta pada mereka. Dalam pekerjaan kita, kita menyuntikkan personaliti dan storytelling ke semua brand kita.
Q11 : Bagaimana masa depan ferroconcrete ? Apa berikutnya?
Selain branding, kita memulai untuk mengerjakan motion graphics kembali, serta personal project: membangun retail brand kita sendiri. Itu rencana kita berikutnya !
Q12 : Apakah anda mempunyai saran bagi para designer muda ?
Jangan underestimate kekuatan untuk melakukan good verbal presentation. Itu bisa menentukan apakah kita akan menang atau kalah dalam memenangkan suatu project.
Lebih lengkap tentang Yolanda Santosa dan Ferro-concrete bisa di lihat di www.ferro-concrete.com



ONez
November 5, 2010
ini udh pernah kluar d'MBD MaG'z y Sob???ato ni yg interview versi baru??hheeehe
Motion
November 5, 2010
udah pernah ko. tapi emang kita selalu pos di blog setelah beberapa lama
ONez
November 5, 2010
kpn sob MBD Mag'z yg ke 3 kluar???
Motion
November 5, 2010
taun depan awal
ONez
November 5, 2010
ini udh pernah kluar d'MBD MaG'z y Sob???ato ni yg interview versi baru??h
Motion
November 5, 2010
udah pernah ko. tapi emang kita selalu pos di blog setelah beberap
ONez
November 5, 2010
kpn sob MBD Mag'z yg ke 3 kl
Motion
November 5, 2010
taun depa